Area bawah mata menjadi salah satu bagian wajah yang paling cepat menunjukkan tanda-tanda penuaan. Kulit di area ini cenderung lebih tipis dan sensitif dibanding bagian wajah lainnya, sehingga lebih rentan mengalami keriput dan garis halus.
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari dan faktor gaya hidup dapat mempercepat munculnya keriput di bawah mata. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga membuat wajah tampak lebih lelah dan lebih tua dari usia sebenarnya.
Berikut tujuh penyebab utama keriput di bawah mata yang perlu diwaspadai:
1. Paparan Sinar Matahari Berlebihan
Sinar ultraviolet (UV) dapat merusak kolagen dan elastin pada kulit. Jika kulit di sekitar mata terlalu sering terpapar matahari tanpa perlindungan, risiko munculnya kerutan akan meningkat lebih cepat.
2. Kurang Tidur
Kurang tidur membuat proses regenerasi kulit terganggu. Akibatnya, area bawah mata menjadi lebih gelap, bengkak, dan garis halus tampak semakin jelas.
3. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alami. Kulit bawah mata yang kering cenderung lebih mudah membentuk keriput.
4. Kebiasaan Mengucek Mata
Mengucek mata terlalu sering dapat menyebabkan iritasi dan mempercepat kerusakan jaringan kulit di sekitar mata.
5. Penuaan Alami
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin dalam tubuh menurun. Hal ini membuat kulit kehilangan kekenyalan dan mulai membentuk garis-garis halus.
6. Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan tinggi gula dan rendah nutrisi dapat memengaruhi kesehatan kulit. Kurangnya asupan vitamin dan antioksidan juga membuat kulit lebih cepat mengalami penuaan.
7. Stres dan Kurang Relaksasi

Stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang berdampak pada kesehatan kulit. Kondisi ini dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan, termasuk keriput di area mata.
Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, risiko munculnya keriput di bawah mata dapat diminimalkan sehingga wajah tetap tampak segar dan sehat.